Selasa, 03 Mei 2011

tugas bahasa indonesia

II. kalimat penalaran :

1. Nilai investasi dari proyek ini diperkirakan sebesar 3,2 miliar dollar atau sekitar Rp 30 triliun.

2. Proyek PLTU terbesar di Indonesia sampai saat ini, juga karena teknologi yang digunakan adalah supercritical.

3. Pemerintah semestinya memanfaatkan stabilitas perekonomian untuk menjalankan SJSN demi mengakumulasi dana yang dapat diinvestasikan di sektor riil.

4. Memasak sudah menjadi gaya hidup ibu rumah tangga.

5. Bagi PLN, keberadaan proyek PLTU amat penting bagi pemenuhan kebutuhan listrik di Indonesia.

III. kalimat argumentasi :

1. Menurut Dewan Jaminan Sosial Indonesia bisa mengakumulasi dana Rp 20.000 triliun dalam BPJS jika menjalankan SJSN sekarang.

2. DuPont berkomitmen terhadap masalah lingkungan hidup dalam kegiatan riset dan produksinya,kata Blansius.

3. Vice GM Marketing Maspion Group, Edwin Siswanto, menambahkan bahwa permintaan pasar lokal terus meningkat.

4. Menurut Blasius, kini lebih dari dua miliar alat masak teflon sudah terjual di lebih dari 40 negara di dunia.

5. Keseluruhan pengadaannya berdasarkan Perpres Nomor 13 Tahun 2010," kata Dahlan.

TUGAS BAHASA INDONESIA.

( 5 artikel PENALARAN & ARGUMENTASI )

1. Beri Kesempatan Pertamina Kuasai West Madura

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi VII DPR mendesak kepada Kementerian ESDM untuk memberikan kesempatan bagi Pertamina untuk menguasai 100 persen West Madura Offshore(WMO). Hal ini diungkapkan oleh salah seorang anggota Komisi VII DPR dari Fraksi PAN, Chandra Tirtawijaya.

"Kami meminta untuk tidak lagi libatkan Kodeco dan CNOOC (menggarap West Madura) karena mereka sudah mendapat kesempatan 30 tahun. Nah, sekarang beri kesempatan penuh kepada Pertamina," ujar Chandra, Senin (2/5/2011).

Ia juga meminta kepada BP Migas untuk membeberkan profil terhadap dua perusahaan swasta nasional Sinergindo dan Purelink yang ikut bermain dalam kepemilikan saham blok West Madura.Menurutnya, dua perusahaan swasta nasional yang sudah teruji sampai saat ini hanyalah Medco dan group Bakrie. "Mereka (Sinergindo dan Purelink, red) itu siapa? Ini, harus dijelaskan pada publik," tandas Chandra.

Sebelumnya diberitakan, kontrak kerja sama blok West Madura disepakati dengan kepemilikan saham oleh Pertamina 50 persen, Kodeco 25 persen, dan China National Offshore Oil Corporation 25 persen.

Meski begitu, saat kontrak yang akan berakhir pada 7 Mei nanti, Kodeco dan CNOOC mengalihkansahamnya pada dua perusahaan, yaitu PT Sinergindo Citra Harapan dan Purelink Investment Ltd. Kepemilikan saham, sudah tentu berubah milik CNOOC, Kodeco, Sinergindo,dan Purelink, masing-masing memiliki porsi saham 12,5 persen.

Kementerian ESDM, beberapa waktu lalu mengaku sedang memproses terus jalannya pembelian saham danpemilihan operator Blok West Madura. "Yang jelas, saat ini masih berlangsung terus. kami tidak ada libur untuk itu," kata Menteri ESDM, Darwin Zuhaedi Saleh. (Rachmat Hidayat)

Sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/05/03/1057503/

2. Pelaksanaan SJSN Indikator Kinerja Pemerintah

JAKARTA, KOMPAS.com — Implementasi sistem jaminan sosial nasional (SJSN) dengan instrumen regulasi sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 menjadi indikator kesuksesan kinerja pemerintah. Pelaksanaan SJSN tidak hanya melindungi rakyat, tetapi juga mengakumulasi dana.

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dapat mengakumulasi dana lewat berbagai instrumen pasar dan menginvestasikan untuk mendorong penciptaan lapangan pekerjaan. BPJS negara-negara maju, seperti Amerika Serikat, Eropa, dan China, sudah menerapkan strategi ini dengan masuk ke pasar uang Indonesia.

Demikian disampaikan pengamat ekonomi Yanuar Rizky di Jakarta, Senin (2/5/2011). Sedikitnya 67 elemen organisasi buruh, masyarakat, dan mahasiswa dalam Komite Aksi Jaminan Sosial (KAJS) mendesak pengesahan RUU BPJS dan menjalankan SJSN bagi seluruh rakyat.

"Pendekatan pemerintah terhadap SJSN seperti 'telur' dengan lapangan pekerjaan baru sebagai 'ayam'. Yang menjadi masalah, 'ayam' belum ada sehingga pemerintah khawatir harus menanggung semua beban dari sektor swasta jika SJSN dijalankan," ujar Yanuar.

Pemerintah semestinya memanfaatkan stabilitas perekonomian untuk menjalankan SJSN demi mengakumulasi dana yang dapat diinvestasikan di sektor riil pencipta lapangan pekerjaan. Dengan demikian, jumlah penganggur menurun sehingga mengurangi beban fiskal pemerintah untuk subsidi dan bantuan sosial.

"Sekarang, pemerintah takut orang miskin bertambah, tetapi mereka tak berbuat apa-apa. Jika SJSN berjalan, pemerintah memiliki prioritas menciptakan lapangan pekerjaan agar tidak terbebani iuran SJSN orang miskin dan penganggur," ujar Yanuar.

Berdasarkan hitungan aktuaria yang dikutip anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional, Edi Rusmadi, Indonesia bisa mengakumulasi dana Rp 20.000 triliun dalam BPJS jika menjalankan SJSN sekarang. Dana ini mampu membebaskan pembangunan Indonesia dari utang asing.

Sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/05/03/09174166/

3. Pemerintah Belum Berniat Impor Beras

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski pengadaan beras oleh Perum Bulog mulai memasuki tahap kritis, pemerintah belum berniat mengimpor beras. Pemerintah masih optimistis dengan penyerapan beras Bulog. Stok beras yang ada di Bulog juga masih dinilai aman sehingga wacana impor belum diperlukan.

Hal tersebut dikemukakan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Gunaryo, di Jakarta, Senin (2/5/2011). "Kami akan terus mendorong Bulog agar segera merealisasikan target penyerapan beras. Kami yakin Bulog bisa memenuhinya sehingga tidak perlu impor lagi," katanya.

Berdasarkan data kementerian perdagangan, harga beras rata-rata nasional selama bulan April berkisar Rp 7.020 - Rp 7.040 per kilogram untuk kualitas medium. Harga tersebut turun tipis dibandingkan harga rata-rata pada bulan Maret yakni Rp 7.141 per Kg.

Dibandingkan periode sama dengan tahun lalu, harga beras saat masih tergolong mahal. Harga beras rata-rata nasional pada bulan April 2010 tercatat Rp 6.175 per Kg.

Dari sisi pasokan, khususnya di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), per 28 April 2011 rata- rata stok berasnya tercatat 23.684 ton. Jumlah tersebut lebih sedikit dibandingkan stok rata-rata pada April 2010 yakni 33.425 ton.

Sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/05/02/1942547/

4. Peralatan Memasak Mengikuti Selera Pasar

SIDOARJO, KOMPAS.com - Produk peralatan memasak yang sekarang diminati pasar, mudah digunakan dan tidak membahayakan bagi kesehatan. Kehadiran alat memasak dengan pelapis antilengket selain penggunaan dan perawatan mudah, juga bisa mengurangi kadar kolestrol karena memasak hanya butuh sedikit minyak atau lemak.

"Memasak sudah menjadi gaya hidup, termasuk di Indonesia, sehingga peralatan memasak juga harus mengikuti selera pasar, termasuk warna dan model," kata Business Development Manager DuPont Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Blasius H Bajang di pabrik PT Maspion di Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (28/4/2011).

Vice GM Marketing Maspion Group, Edwin Siswanto, menambahkan bahwa permintaan pasar lokal terus meningkat. Saat ini produk peralatan masak menggunakan pelapis antilengket teflon, hanya 30 persen yang diekspor ke berbagai negara di Asia, Amerika, dan Eropa, sedangkan 70 persen mengisi kebutuhan pasar domestik.

"Peningkatan permintaan juga mendorong pertumbuhan pada penjualan yang rata-rata naik 15- 20 persen. Produk peralatan memasak dari China yang membanjiri pasar lokal, tidak menggoyahkan pemasaran baik di domestik maupun luar negeri," ungkap Edwin.

Menurut Blasius, kini lebih dari dua miliar alat masak teflon sudah terjual di lebih dari 40 negara di dunia. Hingga kini belum pernah ada masalah kesehatan akibat penggunaan bahan antilengket tersebut. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), Otoritas Keamanan Makanan Eropa, serta badan kesehatan publik di Asia dan negara lain menyetujui lapisan antilengket teflon aman untuk digunakan pada alat masak.

Pada 2009, DuPont memperkenakan teflon generasi baru yang disebut Gen X. Teknologi baru ini meningkatkan ketahanan produk dan memungkinkan DuPont membuat lapisan antilengket berkinerja tinggi tanpa penggunaan perfluorooctanoic acid (PFOA), sehingga lebih ramah lingkungan.

DuPont juga terus melakukan riset yang mendalam untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh dunia, termasuk peralatan memasak. "DuPont berkomitmen terhadap masalah lingkungan hidup dalam kegiatan riset dan produksinya," kata Blansius.

Sebagai perusahaan berbasis teknologi, pengembangan produk merupakan indikator penting bagi DuPont. Hingga saat ini, perusahaan itu telah memperkenalkan 1.786 produk baru dan mematenkan 2.034 teknologi di Amerika Serikat.

Sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/04/28/23302392/

5. Tender PLTU Jateng Masuki Tahap Akhir

JAKARTA, KOMPAS.com - Proses pengadaan Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa Tengah kapasitas 2 x 1.000 Mega Watt (MW) memasuki tahap akhir dari keseluruhan proses tender yang telah dimulai sejak Februari lalu. Hal ini ditandai penyerahan dokumen penawaran atau bid submission oleh para calon investor Jumat ini.

Proyek ini merupakan proyek showcase kerja sama pemerintah-swasta (KPS) skala besar pertama berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2010 yang didukung penjaminan dari Kementerian Keuangan melalui PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) atau PT PII.

Menurut Direktur Utama PT PLN (Persero) Dahlan Iskan, dalam siaran pers, Kamis (28/4/2011), di Jakarta, calon investor yang telah lulus proses pra-kualifikasi diharapkan akan menyampaikan penawarannya pada 29 April. Perseroan akan mengevaluasi penawaran dan diharapkan bisa mengumumkan pemenang tender pada Juni 2011.

"Pengadaan proyek ini butuh waktu lama dan menyebabkan jadwal penyerahan dokumen penawaran tertunda beberapa bulan. Penundaan kembali jadwal penyerahan dokumen itu akan dapat mengakibatkan penurunan tingkat keamanan pasokan listrik di sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali tahun 2016 nanti. Karena itu, kami memutuskan tidak menunda jadwal penyerahan dokumen yaitu tetap pada 29 April," ujarnya.

Bagi PLN, keberadaan proyek PLTU amat penting bagi pemenuhan kebutuhan listrik di Indonesia. Selain karena kapasitasnya yang signifikan, juga merupakan proyek PLTU terbesar di Indonesia sampai saat ini, juga karena teknologi yang digunakan adalah supercritical/ultra-supercritical dengan tingkat efisiensi dan emisi karbon lebih baik dari pembangkit batu bara milik PLN saat ini.

"Proyek ini juga penting bagi Indonesia, karena merupakan proyek KPS pertama yang secara keseluruhan pengadaannya berdasarkan Perpres Nomor 13 Tahun 2010," kata Dahlan. Proyek ini memiliki total kapasitas 2 x 1.000 MW dengan perkiraan beroperasi komersial pada tahun 2017.

Nilai investasi dari proyek ini diperkirakan sebesar 3,2 miliar dollar atau sekitar Rp 30 triliun. Jangka waktu kontrak pembelian listrik dengan PLN atau perjanjian jual-beli listrik adalah 25 tahun dengan skema Build-Operate-Transfer (BOT). "Karena nilai proyek ini amat besar dan melibatkan investor asing, transaksi ini butuh dukungan pemerintah berupa penjaminan atas berbagai risiko terkait dengan tindakan maupun non tindakan pemerintah," ujarnya.

Dahlan menambahkan, pengadaan proyek ini melalui lelang internasional, dan sedikit berbeda dengan pengadaan pembangkit listrik swasta lainnya. Oleh karena, ada proses konsultasi pasar yang lebih intensif serta didukung penjaminan pemerintah melalui PII.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Bambang PS Brodjonegoro mengatakan, proses yang berlangsung untuk proyek PLTU Jawa Tengah dinilai penting karena dimulainya proses penjaminan pemerintah era baru berdasarkan Perpres Nomor 78 tahun 2010. Peraturan itu memberi mandat kepada PT PII untuk melaksanakan proses penjaminan sebagai pelaksanaan dari kebijakan mekanisme satu pelaksana.

Sebelumnya, pada 15 Maret lalu, draft final perjanjian penjaminan atau guarantee agreement telah dirumuskan. Selanjutnya perjanjian itu akan ditandatangani bersama dengan penandatanganan perjanjian pembelian listrik.

Sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/04/28/19513346/

Keterangan :

· Kalimat yang bercetak tebal adalah kalimat penalaran

· Kalimat yang bercetak miring adalah kalit argumentasi

Senin, 29 November 2010

KEPRIBADIAN DAN GAYA HIDUP

  • Kepribadian

Pola yang dapat dilihat dari kepribadian seseorang adalah dengan cara mengetahui karakter asli dari orang tersebut dengan mengamati kepribadian sehari-harinya. Seseorang yang memiliki kepribadian sederhana, mewah, atupun royal dapat terlihat dari bagaimana seseorang itu bersikap, berpenampilan, serta karakternya. Seseorang yang memiliki kepribadian sederhana maka orang tersebut didak akan terlalu manampakkan apa yang ia miliki, walaupun ia memiliki sesuatu yang mungkin dapat dipamerkan kepada orang lain.
Contohnya adalah pakaian yang ia gunakan, kendaraan, serta dari cara ia bersikap yang cenderung tidak banyak tingkah. Serta jenis-jenis barang dan jasa yang mereka konsumsi sehari-hari, biasanya mereka mamilih barang dan jasa yang cenderung “biasa saja”. Sedangkan orang yang memiliki kepribadian yang mewah, atau royal maka mereka akan cenderung memamerkan apa yang mereka miliki, walaupun dalam batas yang wajar. Juga dalam bersikap, mereka akan cenderung banyak tingkah dibandingkan orang yang memiliki kepribadian sederhana. Karena kepribadian seseorang berbanding lurus dengan cara seseorang itu bersikap. Serta dari perilaku konsumen mereka dimana mereka selalu mengutamakan gengsi dan prestise dengan mengesampingkan faktor harga.

  • Gaya Hidup

Pola yang dilihat dari gaya hidup seseorang sebenarnya tidak berbeda jauh dengan pola yang dilihat dari kepribadian maupun nilai. Tetapi yang membedahkannya adalah dalam gaya hidup seseorang sangat dipengaruhi oleh pergaulan dan lingkungan sekitar.
Contohnya adalah seseorang yang hidup di daerah perkotaan tentu sangat berbeda dengan seseorang yang hidup di pedesaan. Walaupun belum tentu pula orang yang hidup di perkotaan memiliki tingkat pendapatan yang lebih besar dari masyarakat pedesaan. Hal ini dikarenakan, seseorang yang hidup atau tinggal di perkotaan memiliki
gaya hidup yang lebih moderen dan dinamis dibandingkan dengan masyarakat yang tinggal di pedesaan. Dimana di kota-kota besar dipenuhi dengan berbagai modernisasi, fasilitas dan perkembangan teknologi yang lebih maju dibandngkan dengan di pedesaan. Serta tingkat pergaulan masyarakat perkotaan yang sangat dinamis dan beragam. Dimana di perkotaan terdapat berbagai macam suku bangsa yang hidup berdampingan dan saling berinteraksi. Hal ini tentu saja sangat mempengaruhi gaya hidup seseorang, selain gaya hidup yang juga berhubungan erat dengan nilai dan kepribadian masing-masing individu.

jadi,Kepribadian dan gaya hidup adalah naluri alamiah yang merupakan atribut atau sifat-sifat yang berada pada sifat manusia, bagaimana cara manusia berfikir, faktor lingkungan sebagai sebuah objek pengaruh dalam menentukan pola berfikir manusia, dan juga faktor pendapatan yang membentuk manusia pada pola-pola konsumerisme.


PRODUK POSITIONING

Positioning

Dalam pemasaran, positioning adalah cara yang dilakukan oleh marketer untuk membangun citra atau identitas di benak konsumen untuk produk, merk atau lembaga tertentu. Positioning adalah membangun persepsi relatif satu produk dibanding produk lain. Karena penikmat produk adalah pasar, maka yang perlu dibangun adalah persepsi pasar. Reposisi produk sangat ditentukan dari sudut pandang mana konsumen melihat citra produk kita, apabila kita menerapkan family branding dalam mengembangkan produk, maka keseluruhan citra perusahaan akan sangat mempengaruhi citra produk.

Re-positioning merupakan kegiatan yang melibatkan penggantian identitas produk , jalinan kompetitor yang ada dan mengubah citra yang ada di benak konsumen.

De-positioning merupakan kegiatan untuk mengganti jalinan kompetitor, tujuannya adalah untuk mengganti segmen pasar dan kegiatan ini mengharuskan pemilik merk untuk mengubah citra produk yang ada di benak konsumen. Contoh paling nyata adalah dalam industri otomotif, Yamaha melakukan de-positioning untuk produk Vega R nya dari segmen menengah ke segmen ekonomis, sebagai pesaing langsung produk murah dari china, produk supra fit dari honda dan Smash dari suzuki.

Strategi Positioning Produk

Kemampuan untuk mengidentifikasi peluang positioning merupakan ujian yang berat bagi seorang marketer. Keberhasilan satu positioning biasanya berakar pada berapa lama produk tersebut mempunyai keunggulan bersaing. Beberapa hal mendasar dalam membangun strategi positioning satu produk antara lain :

  • Positioning pada fitur spesifikasi produk
  • Positioning pada spesifikasi penggunaan produk
  • Positioning pada frekuensi penggunaan produk
  • Positioning pada alasan mengapa memilih produk tersebut dibanding pesaing
  • Positioning melawan produk pesaing
  • Positioning dengan melakukan pemisahan kelas produk
  • Positioning dengan menggunakan simbol budaya/kultur

Proses Positioning Produk

Pada umumnya, proses postioning produk melibatkan :

  • Mendefinisikan ke segmen pasar mana produk tersebut akan disaingkan
  • Mengidentifikasikan dimensi atribut dan kemasan untuk menentukan seberapa besar pasar
  • Mengumpulkan informasi dari konsumen tentang persepsi mereka tehadap produk dan produk pesaing
  • Mengukur seberapa jauh persepsi konsumen terhadap produk
  • Mengukur seberapa besar pasar produk pesaing
  • Mengukur kombinasi target pasar untuk menentukan variabel marketing dalam melakukan marketing mix
  • Menguji ketepatan antara
    • Daya saing produk kita dengan produk pesaing
    • Posisi produk kita dalam persaingan
    • Posisi vektor idela dalam marketing mix
  • Positioning produk

Proses positioning untuk barang dan jasa sama saja, meskipun jasa tidak memiliki ujud fisik, namun prosesnya sama. Hanya saja karena jasa tidak memiliki visualisasi yang jelas, maka sebelum membangun positioning, kita harus bertanya kepada konsumen nilai tambah apa yang mereka inginkan dari layanan kita, mengapa mereka akan memilih jasa orang lain dibanding jasa kita ? dan apakah ada karakteristik khusus yang membedakan layanan kita dibanding perusahaan lain ?

Menuliskan nilai pembeda dari sudut pandang konsumen merupakan tahap awal proses positioning kita. Ujikan kepada orang yang belum mengenal apa yang kita lakukan dan apa yang kita jual, kemudian perhatikan ekspresi wajah merekan dan bagaiman mereka merespon kita. Pada saat mereka ingin tahu lebih banyak tentang produk kita karena mereka tertarik dengan prolog kita, maka kita sdah berada di jalur yang tepat.

Konsep Positioning

Secara umum, ada tiga tipe konsep postioning :

  • Functional positions
    • Pemecahan masalah
    • Menyediakan manfaat bagi konsumen
    • Memperoleh persepsi yang menyenangkan dari investor
  • Symbolic positions

o Peningkatan citra diri

o Identifikasi diri

o Rasa ikut memiliki dan tingkat penghargaan lingkungan terhadap perusahaan

o Membangun pengaruh yang cukup kuat dalam segmen pasar tertentu

  • Experiential positions

o Mampu menstimulasi sensor motorik

o Mampu menstimulasi sensor kognitif

TEORI TEORI KEPRIBADIAN

Kepribadian hanya ada sedikit kata yang begitu memikat khalayak ramai, yaitu seperti istilah kepribadian. Meskipun kata tersebut dipakai dalam berbagai pengertian namun sebagian terbesar dari arti-arti populer ini bias digolongkan kesalah satu dari antara dua golongan.
Selama ini tidak ada satupun definisi subtansif tentang kepribadian dapat diberlakukan secara umum. Jadi dapat disimpulkan bahwa kepribadian dapat diberlakukan oleh konsep inpiris tertentu yang merupakan bagian dari teori kepribadian yang dipakai oleh seorang pemerhati.
Kepribadian secara konkrit meliputi serangkaian istilah-istilah deskritif yang menggamnbarka individu yang diteliti berdasarkan varibel-variabel atau dimensi-dimensi yang menempati posisi penting dalam teori tertentu yang digunakan.

Teori Kepribadian
kita telah sepakat bahwa teori kepribadian didefinisikan berdasarekan konsep-konsep khusus yang terkandung dalam teori-teori tertentu yang dianggap memadai untuk mendeskripsikan atau memahami tingkah laku manusia secara lengkap atau utuh. Kita juga telah sepakati bahwa teori terdiri dari segugusan asumsi yang saling berhubungan tentang gejala-gejala emfiris tertentu dan definisi-definisi empiris yang memungkin sipemakai beranjak dari teori-teori abstrak keobservasi empiris.
Teori-teori kepribadian termasuk kategori pertama ; teori kepribadian adalah teori umum tentang tingkah laku. Pembagian sederhana ini berguna untuk memisahkan teori kepribadian dari rumpun teori-teori kepribadian lainya.
Teori kepribadain memperlihatkan banyak variasi dalam hal banyaknya konsep motifasi yang digunakan.
Beberapa teori kepribadian berasal dan berguna untuk membuat deskripsi tentang tingkah laku yang abnormal atau patologis.

Teori-teori Kepribadian :

1. Personality (kepribadian); penggambaran perilaku secara deskriptif tanpa memberi nilai (devaluative)

2. Character (karakter); penggambaran tingkah laku dengan menonjolkan nilai (benar-salah, baik-buruk) baik secara ekspilit maupun implisit.

3. Disposition (watak); karakter yang telah dimiliki dan sampai sekarang belum berubah.

4. Temperament (temperament); kepribadian yang berkaitan erat dengan determinan biologic atau fisiologik, disposisi hereditas.

5. Traits (sifat); respons yang senada (sama) terhadap kelompok stimuli yang mirip, berlangsung dalam kurun waktu yang (relatif) lama.

6. Type-Attribute (ciri): mirip dengan sifat, namun dalam kelompok stimulasi yang lebih terbatas.

7. Habit (kebiasaan): respon yang sama cenderung berulang untuk stimulus yang sama pula.

Sampai sekarang, masih belum ada batasan formal personality yang mendapat pengakuan atau kesepakatan luas dilingkungan ahli kepribadian. Masing-masing pakar kepribadian membuat definisi sendiri-sendiri sesuai dengan paradigma yang mereka yakini dan fokus analisis dari teori yang mereka kembangkan.

Berikut adalah beberapa contoh definisi kepribadian:

1. Kepribadian adalah nilai sebagai stimulus sosial, kemampuan menampilkan diri secara mengesankan (Hilgard & Marquis)

2. Kepribadian adalah kehidupan seseorang secara keseluruhan, individual, unik, usaha mencapai tujuan, kemampuannya bertahan dan membuka diri, kemampuan memperoleh pengalaman (Stern)

3. Kepribadian adalah organisasi dinamik dalam sistem psikofisiologik seorang yang menentukan model penyesuaiannya yang unik dengan lingkungannya (Allport)

4. Kepribadian adalah pola trait-trait yang unik dari seseorang (Guilford)

5. Kepribadian adalah seluruh karakteristik seseorang atau sifat umum banyak orang yang mengakibatkan pola yang menetap dalam merespon suatu situasi (Pervin)

6. Kepribadian adalah seperangkat karakteristik dan kecenderungan yang stabil, yang menentukan keumuman dan perbedaan tingkah laku psikologik (berpikir, merasa, dan gerakan) dari seseorang dalam waktu yang panjang dan tidak dapat dipahami secara sederhana sebagai hasil dari tekanan sosial dan tekanan biologic saat itu (Mandy atau Burt)

7. Kepribadian adalah suatu lembaga yang mengatur organ tubuh, yang sejak lahir sampai mati tidak pernah berhenti terlibat dalam pengubahan kegiatan fungsional (Murray)

8. Kepribadian adalah pola khas dari fikiran, perasaan, dan tingkah laku yang membedakan orang satu dengan yang lain dan tidak berubah lintas waktu dan situasi (Phares).

SYARAT SYARAT YANG SEGMENTASI YANG EFEKTIF


Segmentasi pasar yang berarti usaha untuk membagi pasar ke dalam kelompok- kelompok yang dapat dibedakan satu sama lain dalam hal kebutuhan, karakteristik, atau perilaku yang mungkin akan memerlukan produk-produk dan strategi pemasaran tertentu untuk menjangkaunya

Pasar yang tersegmentasi dengan baik dapat dijangkau dan dilayani lebih efisien. Selain itu, pasar yang tersegmentasi dengan baik lebih mudah dikelola karena suatu segmen cenderung memberikan respon yang homogen terhadap suatu stimuli. Pengetahuan tentang kebutuhan, karakter, atau perilaku pasar yang tersegmentasi akan memudahkan pemasar untuk mengelola suatu segmen secara efektif tidak ada cara tunggal untuk membuat segmentasi pasar yang baik. Namun ada beberapa variabel pokok yang sering digunakan sebagai pembeda untuk memecah populasi menjadi kelompok-kelompok atau segmen.

Beberapa variabel pokok yang digunakan sebagai pembeda antara lain adalah geografis,

demografis, dan psikografis

1. Segmentasi Geografi

Segmentasi ini membagi pasar menjadi unit-unit geografi yang berbeda, seperti negara, propinsi, kabupaten, kota, wilayah, daerah atau kawasan. Jadi dengan segmentasi ini, pemasar memperoleh kepastian kemana atau dimana produk ini harus dipasarkan.

2. Segmentasi Demografi

Segmentasi ini memberikan gambaran bagi pemasar kepada siapa produk ini harus ditawarkan. Jawaban atas pertanyaan kepada siapa dapat berkonotasi pada umur, jenis kelamin, jenis pekerjaan, tingkat penghasilan, pendidikan, jumlah anggota keluarga, siklus kehidupan keluarga seperti anak-anak, remaja, dewasa, kawin/ belum kawin, keluarga muda dengan satu anak, keluarga dengan dua anak.

3. Segmentasi Psikografi

Pada segmentasi ini pembeli dibagi menjadi kelompok-kelompok berdasarkan pada karakteristik setiap konsumen, seperti perilaku, motivasi, kepribadian, persepsi, minat dan sikap.

Manfaat dari penggunaan segmentasi pasar, yaitu:

•Mendesain produk yang lebih responsif terhadap kebutuhan pasar
•
Menganalisis pasar
•
Menemukan peluang
•
Menguasai posisi superior dan kompetitif
•
Menentukan strategi komunikasi yang efektif dan efisien

Kelemahan-kelemahan dari tindakan segmentasi itu sendiri, antara lain:

•Biaya produksi akan lebih tinggi, karena jangka waktu proses produksi lebih pendek.

•Biaya penelitian/ riset pasar akan bertambah searah dengan banyaknya ragam dan

macam segmen pasar yang ditetapkan.

•Biaya promosi akan menjadi lebih tinggi, ketika sejumlah media tidak menyediakan

diskon.

Syarat Segmentasi Yang Efektif :

Dalam melakukan segmentasi perusahaan perlu memperhatikan efektifitas segmentasi
tersebut. Syarat segmentasi yang efektif adalah (Kotler,2003):

1.

Measurable(terukur)

Measurable berarti segmen pasar harus dapat membantu perusahaan dalam mengukur
potensi pasar, daya beli konsumen serta ukuran alokasi sumberdaya.

2.

Substansial(banyak)

Substansial berarti segmen tersebut harus besar dan profitable untuk dilayani.

3.

Accessible (dapat diakses)

Accessible berarti segemen tersebut harus mudah dijangkau untuk dilayani.

4.

Differentiable (dapat dibedakan)

Differentiabel berarti segmen tersebut dapat dibedakan dengan jelas.

5.

Actionable (dapat dilayani)

Actionable berarti segmen tersebut dapat dijangkau atau dilayani dengan sumber daya yang

dimiliki perusahaan.

Beberapa merek ditargetkan hanya untuk perempuan, yang lain hanya laki-laki. Download musik cenderung ditargetkan untuk anak muda, saat mendengar bantu ditargetkan untuk orang tua. Pendidikan tingkat sering menentukan segmen pasar. Sebagai contoh, SD swasta sekolah mungkin mendefinisikan target pasar mereka sebagai rumah tangga yang berpendidikan tinggi yang mengandung perempuan usia. Demografis segmentasi hampir selalu memainkan beberapa peran dalam segmentasi strategi.

Sisa segmentasi kurang umum, tetapi dapat menjadi sangat efektif. Beberapa toko tetap terbuka kemudian daripada yang lain, atau tetap terbuka pada akhir pekan. Beberapa produk yang dijual hanya pada waktu-waktu tertentu dalam setahun (seperti : Kartu Natal, kalkun, kembang api, cranberry saus). Cabai merah dipasarkan lebih agresif di musim gugur, dengan mulai dari cuaca dingin. Sepakbola bermain di musim gugur, basket di musim dingin, dan bisbol di musim semi dan musim panas (atau setidaknya ini digunakan untuk menjadi pola). Olimpiade datang setiap empat tahun. Toserba kadang malam jadwal promosi peristiwa.

Dimensi waktu dapat menjadi dasar menarik untuk pengelompokan. Di Selain tersebut di atas, pasar dapat akan tersegmentasi oleh hobi, politik afiliasi, oleh agama, oleh minat khusus kelompok, oleh tim olahraga kesetiaan, oleh universitas hadir, dan ratusan variabel lain. Anda hanya dibatasi oleh imajinasi pemasaran Anda. Psikografis atau Lifestyle Segmentasi. Segmentasi dapat dilakukan dengan menyebar kuisioner kepada berbagai responden. cara yang paling baik adalah dengan menanyakan secara langsung maupun mengirimkan lewat surat. bila penyebaran menggunakan telepon, cara ini dinilai kurang tepat karena surveyor tidak dapat menjelaskan secara jelas dan melihat mimik muka responden secara langsung. pertanyaan yang ditujukan sebaiknya ringkas dan jelas sehingga dapat mengetahui minat dari konsumen dengan jelas pula.

Minggu, 31 Oktober 2010

PEMBBUATAN KEPUTUSAN KONSUMEN

PROSES PEMBUATAN KEPUTUSAN ONSEMEN

ada 5 tahap,yaitu :


1.Pengenalan Kebutuhan

Proses pembelian bermula dari pengenalan kebutuhan (need recognition)-pembelian mengenali permasalahan atau kebutuhan. Pembeli merasakan adanya perbedaan antara keadaan aktual dan sejumlah keadaan yang diinginkan. Kebutuhan itu dapat dipicu oleh stimulus internal ketika salah satu kebutuhan normal-lapar, haus, seks, naik ke tingkatan yang cukup tinggi sehingga menjadi pendorong.

Kebutuhan dapat dipicu oleh rangsangan eksternal. Seseorang mungkin merasa membutuhkan hobi baru ketika kesibukan pekerjaannya mulai menurun, dan dia mulai memikirkan kamera setelah berbincang-bincang dengan teman tentang fotografi atau setelah melihat iklan kamera. Pada tahap itu, pemasar harus meneliti konsumen untuk mengetahui kebutuhan macam apa yang menyebabkan kebutuhan itu muncul, dan bagaimana cara pemasar menuntun konsumen supaya membeli produk tersebut.

Setelah mengumpulkan informasi seperti itu, pemasar dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang paling sering memicu ketertarikan terhadap produk dan mengembangkan program business.cc”title=”" >pemasaran yang melibatkan faktor-faktor tersebut.

2.Pencarian Informasi

Konsumen yang tergerak mungkin mencari dan mungkin pula tidak mencari informasi tambahan. Jika dorongan konsumen kuat dan produk yang memenuhi kebutuhan berada dalam jangkauannya, ia cenderung akan membelinya. Jika tidak, konsumen akan menyimpan kebutuhan itu kedalam ingatan atau mengerjakan pencarian informasi yang berhubungan dengan kebutuhan itu.

Pada satu tahapan tertentu, konsumen mungkin sekedar meningkatkan perhatian. Pada tahapan itu, seseorang menjadi lebih menerima informasi mengenai kamera. Ia memperhatikan iklan kamera, kamera yang digunakan oleh temannya, dan percakapan tentang kamera. Atau ia mungkin mengerjakan pengumpulan informasi secara aktif, dimana ia mencari informasi tertulis, menelepon teman, dan mengumpulkan informasi dengan berbagai cara lain. Jumlah pencarian yang dikerjakan tergantung pada kekuatan dorongan pada dirinya, jumlah informasi awal yang ia miliki, kemudahan pencarian informasi tambahan, nilai yang ia berikan pada informasi tambahan,
dan kepuasan yang di dapat setelah pencarian.

Konsumen dapat memperoleh informasi dari berbagai sumber. Sumber itu meliputi sumber pribadi (keluarga, teman, tetangga, rekan kerja), sumber komersial (iklan, penjual, pengecer, bungkus, situs Web, dan lain-lain), sumber publik (media massa, organisasi pemberi peringkat), dan sumber berdasarkan pengalaman (memegang,
meneliti, menggunakan produk). Pengaruh relatif di antara sumber informasi itu berbeda-beda di antara berbagai produk dan pembeli.

Konsumen biasanya menerima sebagian besar informasi dari sumber komersial.-yang dikendalikan oleh pemasar. Namun demikian, sumber yang paling efektif cenderung yang bersifat pribadi. Sumber komersial biasanya memberikan informasi kepada pembeli, sedangkan sumber pribadi memberikan legitimasi atau mengevaluasi produk bagi pembeli.

Seseorang terkadang meminta orang lain-teman, keluarga, rekan kerja dan para profesional-supaya merekomendasikan produk atau jasa. Oleh karena itu, perusahaan mempunyai ketertarikan yang kuat untuk membangun sumber pemasaran getok tular (word of mouth sources). Sumber-sumber itu mempunyai dua keuntungan utama.

Pertama, sumber itu meyakinkan. Pemasaran getok tular atau pemasaran dari mulut ke mulut adalah satu-satunya metode promosi dari konsumen, oleh konsumen, dan untuk konsumen. Mempunyai konsumen yang setia dan terpuaskan dan membangga-banggakan bisnis mereka dengan anda merupakan mimpi setiap pemilik bisnis. Tidak hanya konsumen yang puas mengulangi pembelian, tetapi mereka juga menjadi papan promosi berjalan bagi bisnis anda.

Kedua, biaya yang rendah. Menjaga hubungan dengan konsumen dan mengubahnya menjadi sumber promosi getok tular membutuhkan biaya yang relatif rendah. Semakin banyak informasi yang didapat, kesadaran dan
pengetahuan konsumen tentang adanya merek dan fitur akan meningkat. Dalam pencarian informasi, seseorang banyak mempelajari merek yang tersedia. Informasi itu juga membantunya meninggalkan pilihan merek tertentu. Perusahaan harus mendesain bauran pemasarannya agar calon konsumen sadar dan tahu akan
mereknya. Secara hati-hati perusahaan harus mengidentifikasi sumber informasi konsumen dan tingkat kepentingan tiap-tiap sumber itu.

Konsumen harus ditanyai bagaimana awalnya mereka mendengar merek itu, informasi apa yang didapat, dan bagaimana mereka mengurutkan tingkatan arti penting sumber informasi yang berbedabeda itu.

3.Pengevaluasian Alternatif

Kita telah mempejari cara konsumen menghasilkan informasi yang menghasilkan sekumpulan merek-merek yang akhirnya dipilih. Bagaimana cara konsumen memilih dari alternatif merek yang ada? Pemasar perlu memahami proses pengevaluasian alternatif-yakni, cara konsumen memproses informasi yang menghasilkan berbagai
pilihan merek. Sayangnya, konsumen tidak melakukan satu evaluasi secara tunggal dan sederhana, tetapi konsumen mungkin melakukan beberapa proses avaluasi.

Sikap konsumen terhadap sejumlah merek tertentu terbentuk melalui beberapa prosedur evaluasi. Cara konsumen memulai usaha mengevaluasi alternatif pembelian tergantung pada konsumen individual dan situasi pembelian tertentu. Dalam beberapa kasus, konsumen menggunakan kalkulasi yang cermat dan pikiran yang logis.

Dalam waktu yang lain, konsumen bersangkutan mengerjakan sedikit atau tidak mengerjakan evaluasi sama sekali; melainkan mereka membeli secara impulsif atau bergantung pada intuisi. Terkadang konsumen membuat keputusan sendirian, kadang tergantung pada teman, petunjuk konsumen, atau penjual untuk mendapatkan saran pembelian.

Jika ia tadi mempersempit pilihannya menjadi empat kamera.juga dapat dianggap ia hanya tertarik pada empat atribut kualitas gambar, kemudahan penggunaan, ukuran kamera dan harga. Ia telah membentuk keyakinan tentang berapa peringkat merek menurut masing-masing atribut. Jelas, jika terdapat satu kamera yang mendapat peringkat terbaik dalam semua atribut, dapat kita perkirakan, bahwa ia akan memilihnya. Namun, merek dapat berbeda-beda daya tariknya. Keputusan pembeliannya mungkin berdasarkan pada hanya
satu atribut, oleh karena itu pilihannya akan mudah ditebak. Jika ia menginginkan kualitas gambar merupakan atribut yang paling penting di atas yang lain, ia akan membeli kamera yang mempunyai gambar terbaik. Tetapi pembeli mempertimbangkan beberapa atribut yang masing-masing tingkat kepentingannya berbeda-beda. Jika kita mengetahui bobot kepentingan yang diberikannya tiap-tiap atribut dari keempat atribut tersebut, kita dapat memperkirakan pilihan merek kamera yang akan dibelinya sehingga lebih dapat diandalkan ketetapan
perkiraannya.

Pemasar harus mempelajari pembeli supaya dapat mengevaluasi alternatif merek secara aktual. Jika pemasar mengetahui proses evaluasi seperti apa yang terjadi, pemasar dapat mengambil langkah untuk mempengaruhi keputusan pembeli.

4.Keputusan Pembeli

Di tahap pengevaluasian, konsumen menyusun peringkat merek dan membentuk kecenderuangan (niat) pembelian. Secara umum, keputusan pembelian konsumen akan membeli merek yang paling disukai, tetapi ada dua faktor yang muncul diantara kecenderungan pembelian dan keputusan pembelian. Faktor pertama
adalah sikap orang lain. Jika suami Anna Flores sangat merasa Anna harus membeli kamera yang harganya paling murah, maka kesempatan Anna membeli kamera mahal akan berkurang.

Faktor kedua adalah faktor situasi tak terduga. Konsumen mungkin membentuk kecenderungan pembelian berdasar pada pendapatan yang diharapkan, harga, dan manfaat produk yang diharapkan. Namun, keadaan tak terduga dapat mengubah kecenderungan pembelian, Anna Flores mungkin kehilangan pekerjaannya atau pembelian lainnya lebih mendesak atau mungkin temannya mengatakan kecewa terhadap kamera pilihannya yang juga kamera kesukaan Anna. Atau, pesaing dekat menurunkan harga. Jadi, preferensi dan kecenderungan pembelian tidak selalu menghasilkan pilihan pembelian aktual.

5.Perilaku Setelah Pembelian

Pekerjaan pemasar tidak hanya berhenti pada saat produk dibeli. Setelah membeli produk, konsumen akan merasa puas atau tidak puas dan akan masuk ke perilaku setelah pembelian yang penting diperhatikan oleh pemasar. Apa yang menentukan pembeli puas atau tidak puas terhadap pembeliannya? Jawabnya terletak pada hubungan antara harapan konsumen dan kinerja produk uang dirasakan. Jika produk jauh di bawah harapan konsumen, maka konsumen kecewa; jika produk memenuhi harapannya, konsumen terpuaskan, jika
melebihi harapannya, maka konsumen akan merasa sangat senang.

Semakin besar beda antara harapan dan kinerja, semakin besar pula ketidakpuasan konsumen. Oleh sebab itu, penjual harus janji yang benar-benar sesuai dengan kinerja produk agar pembeli merasa puas. Beberapa penjual bahkan menyatakan janji tingkatan kinerja yang lebih rendah dibandingkan kinerja sebenarnya agar
kepuasan konsumen menjadi sangat tinggi. Misalnya, wiraniaga Beoing cenderung konservatif pada saat memperkirakan potensi manfaat pesawatnya. Mereka hampir tiap kali menyatakan efesiensi bahan bakar lebih rendah dari pada sebenarnya-mereka menjanjikan penghematan bahan bakar sebesar 5 persen yang ternyata 8 persen. Konsumen akan merasa senang terhadap kinerja yang lebih baik daripada yang diharapkan. Mereka akan membeli lagi dan berkata kepada calon pelanggan lain bahwa Boing memenuhi janjinya.

Hampir seluruh pembelian penting menghasilkan disonansi kognitif, atau ketidaknyamanan pembeli karena konflik setelah pembelian. Setelah pembelian, konsumen akan merasa puas dengan manfaat merek yang telah dipilih dan senang untuk menghindari kekurangan dari merek yang tidak dibeli. Namun, setiap pembelian melibatkan kompromi. Konsumen mendapatkan ketidak-nyamanan akibat mendapatkan kekurangan produk yang dibeli dan kehilangan sejumlah manfaat produk yang tidak dibeli. Oleh karena itu, konsumen merasakan setidak-tidaknya ada disonansi setelah pembelian pada setiap pembeliannya.

Mengapa memuaskan konsumen itu sangat penting? Kepuasan itu penting karena penjualan perusahaan berasal dari dua kelompok dasar-pelanggan baru dan pelanggan lama. Biasanya biaya akan lebih besar untuk menarik pelanggan baru daripada mampertahankan pelanggan lama dan jalan terbaik untuk mempertahankan pelanggan adalah dengan memuaskan mereka.

Kepuasan pelanggan merupakan kunci untuk membuat hubungan jangka panjang dengan pelanggan-yakni untuk mempertahankan dan menumbuhkan konsumen serta untuk memetik hasil yang berupa nilai seumur hidup pelanggan. Pelanggan yang puas akan kembali membeli produk, berbicara yang menyenangkan tentang produk itu, lebih sedikit memperhatikan merek dan iklan pesaing, serta membeli produk yang lain dari perusahaan yang sama. Banyak pemasar bertindak lebih dari sekedar memuaskan harapan konsumen-mereka berupaya
menyenangkan hati konsumen. Konsumen yang hatinya merasa senang akan membeli lagi produk tersebut serta berbicara yang menyenangkan tentang produk dan perusahaan itu.

Konsumen yang tidak puas memberikan tanggapan secara berbeda. Konsumen yang puas, secara rata-rata, akan berbicara kepada tiga orang mengenai baiknya pengalaman mereka mengenai produk, sedangkan konsumen yang tidak puas akan mengeluh ke 11 orang. Bahkan, suatu studi menunjukkan bahwa 13 persen orang yang mempunyai masalah dengan organisasi tertentu mengeluh tentang organisasi tersebut ke lebih dari 20 orang. Jadi, berita buruk dari mulut ke mulut berjalan lebih cepat daripada berita baik dari mulut ke mulut dan dapat dengan cepat merusak sikap konsumen terhadap perusahaan dan produknya.

Oleh karena itu, perusahaan yang bijaksana perlu mengukur kepuasan konsumen secara teratur. Perusahan tersebut tidak dapat semata-mata mengandalkan konsumen yang tidak puas yang secara sukarela menyampaikan keluhannya kepada perusahaan. Sebesar 96 persen konsumen yang tidak senang tidak pernah menyampaikan keluhannya. Perusahaan harus membangun sistem yang mendorong konsumen menyampaikan keluhannya.

Dengan cara itu, perusahaan dapat mempelajari secara baik kerja perusahaan tersebut dan bagaimana meningkatkannya. Perusahaan 3M mengaku lebih dari dua per tiga produk barunya datang dari mendengarkan keluhan konsumen. Tetapi mendengar saja tidak cukup-perusahaan harus menanggapi dengan baik setiap keluhan yang diterima.